Sunday, January 29, 2012

Tembakan Misterius Lukai Warga Jangka

Aceh.tribunnews.com, BIREUEN – Masyarakat Desa Reusep Ara, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu sore kemarin geger ketika seorang warga bernama Zulkifli Daud (40) yang sedang duduk-duduk di warung kopi desa itu terkena peluru nyasar di bagian kakinya. Hingga tadi malam belum diketahui siapa dan dari mana asal tembakan.
Zulkifli yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang pengumpul hasil bumi itu juga tercatat sebagai warga Kecamatan Jangka namun dari Desa Kambuk. Saat kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB, dia sedang duduk-duduk di sebuah warung kopi di Desa Reusep Ara.
Keterangan dari berbagai sumber yang dihimpun Serambi menyebutkan, pada detik-detik menjelang kejadian itu, masyarakat mendengar beberapa kali suara tembakan dari arah timur warung yang jaraknya diperkirakan lebih 500 meter. Hampir bersamaan dengan suara tembakan itu, tiba-tiba Zulkifli merasakan kakinya terkena tembakan.
Dampak tembakan tersebut tak terlalu fatal, bahkan korban bisa tetap berjalan normal setelah mendapat perawatan medis.
Pantauan Serambi, menjelang magrib kemarin, sejumlah anggota Polres Bireuen berpakaian preman lengkap dengan senjata laras panjang dan rompi antipeluru menyisir sejumlah kawasan di Kecamatan Jangka. Namun hingga berita ini diturunkan tadi malam belum diperoleh konfirmasi resmi apa yang disisir oleh pihak keamanan. Juga belum ada konfirmasi terkait kejadian yang dialami Zulkifli Daud.
Rosnita (26), istri dari Zulkifli Daud yang ditemui Serambi di kediamannya, Desa Kambuk tadi malam mengatakan, setelah kejadian itu suaminya sempat pulang ke rumah dan mengatakan ia kena peluru nyasar di kaki.
“Saya tidak sempat melihat kaki sebelah mana yang kena tembak, karena suami saya langsung pergi lagi dari rumah dengan rekan-rekannya menggunakan mobil pikap L-300 yang biasa digunakan untuk membeli kelapa dan hasil bumi lainnya untuk diangkut ke Medan,” kata Rosnita sembari menggendong putra tunggalnya, Safrizal yang terus-terusan menangis.(c38)

DATA AJK UNIT MINI-PAVILION PKPMI-CA UNTUK PROGRAM ANAK ANGKAT DAN KELOMPOK

Assalamualaikum wrbt, kepada seluruh penghuni blog Unit Mini Pavilion (UMP)..Kami, MT dan AJK Unit Mini Pavilion yang bernaung dibawah PKPMI-CA akan mengadakan program ziarah mahabbah UMP ke Kg. Neuhun. Semoga program ini berjalan dengan lancar serta diredhai oleh Allah. Disini kami titipkan data Ajk Unit Mini Pavilion PKMPI-CA untuk progran anak angkat dan kelompok yang telah dibahagikan:

MUSLIMIN
Bil
Nama
No. Telefon
No. I.C
Maklumat
1.
Abdullah Hakimi Bin Zanal Abidin
Muhammad Asyraf Bin Sayuti
0819 1973 4793
890427-05-5287
Kasio
No. 26 C/1
2.
Muhammad Izzuddin Bin Mohd Aminuddin
Amirul Ashraf Bin Mior Rahim
0878 9048 4300
911117-13-6225
Samsul Bari
No. 19 D/1
3.
Muhammad Adam Bin Lotfi
Muhamad Haswan Hafiz An-Nur Bin Hasin
0877 4722 4103
920821-14-5875
Mariati
No. 16 G/1
4.
Muhammad Muslim Bin Amran
Muhammad Adduat Bin Zainal Abidin
0819 1968 7968
0819 1973 2786
901122-08-5355
890411-08-6265
Ridwan
No. 3 A/1
5.
Amir Harithah Bin Azhar (balik)

0878 9043 7827
900623-01-6687
Mariani
No. 9 D/2
6.
Mohamad Hafiz Bin Adnan
0831 8955 7349
910601-08-5277
M. Amin
No. 10 K/2
7.
Nursalam Bin Abdul Halil (balik)
0878 9043 7856
891009-08-5509
Muliadi
No. 11 C/2
8.
Muhammad Illias Bin Mohd Sabri
Muhammad Zulfahmie Bin Hamdan
0819 1964 6139
0831 8950 3608
900518-08-5699
920417-08-6623
M. Ali
No. 1 D/2
9.
Mohd. Safwan Bin Ismail
Abdul Ghafur Bin Mohamed Kahar
0878 9033 8900

Bang Parlan
No. 4 H/Barat
10.
Fikril Jamil Bin Bidin


Mantok
No. 8 D/Barat

MUSLIMAT
Bil
Nama
No. Telefon
No. I.C
Maklumat
1.
Nan Mardhiatul Akmal Binti Long Kamaruddin (balik)
0819 7393 4653
920307-06-5426
K. Yusra
No. 12 E/Timur
2.
Nur Hana Anisah Binti Mohd Zawawi (balik)
0819 7393 4651
910522-11-5730
Kak Nong
No. 6 E/Timur
3.
Asruzita Binti Mohamood
Nur Safika Binti Rais

0878 9043 0141

891226-01-5232
Ira
No. 16 H/Barat
4.
Zakiaturrahmah Binti Zarkasyi
0878 9021 8032
931125-07-5248
Ibu Jasmani
No. 7 H/Barat
5.
Siti Zubaidatul Jannah Binti Nordin

0831 8915 3811

891205-10-5036

Ustazah Evi
No. 7 H/Timur
6
Nurul Farhana Binti Shamsudin
Norfatihah Binti Mohd Nor
0878 9043 0042
0831 8949 4244
881130-06-5244
891007-03-5946
Kak Wati
No. 3 I/Timur
7.
Hatim Fathonah Binti Mohd Kamal
Norismalina Binti Abdul Hamid
0878 9031 7696
0831 8949 0706
881222-06-5014
900820-02-5400
 Zalikha
No. 7 D/Barat
8.
Kasrina Binti Rully
0831 8949 0709
881212-49-5408
Safrijah
No. 10 C/2
9.
Lenny Binti Harun
Mustika Binti Muda
0831 8949 4484
0831 8949 0704
840817-12-6276
901010-11-5134
Ibrahim
No. 30 F/2
10.
Jamratul Shahenaz Binti Abu Bakar
0831 8949 0669
900908-10-5376
Edi Faisal
No. 4 M/2
11.
Asma’ Binti Amran
Normaniza Binti Muda
0831 8956 0610
0877 4771 7294
921123-02-5918
871123295448
Rashidi
No. 5 F/2

Kami juga  menglampirkan tentatif program agar penghuni blog ini dapat mengalami dan juga bisa menyelami suasana (kondisi) atucara kami, walaupun tidak berdamping bersama-sama kami:

Program          : Ziarah Mahabbah UMP Ke Kg. Neuhun
Tarikh              : 29 Januari 2012 bersamaan Rabiul Awal 1433 H
Tempat            : Kg. Neuhun, Kompleks Cinta Kasih.
TENTATIF PROGRAM ZIARAH MAHABBAH UMP KE KG. NEUHUN
7.45 Pagi                     : Berkumpul di Rumah MES
                                    - Muslimin (Konvoi Motor), Muslimat (Labi-labi)
8.00 Pagi                     : Bertolak Ke Kg. Neuhun
8.30 Pagi                     : Tiba di Kg. Neuhun
                                    - Ziarah Ke Rumah Keluarga Angkat
                                     (Mengikut pembahagian anak angkat yang telah ditetapkan)
12.30 Tengahari          : Solat Zuhur di Masjid Dusun 2
1.30 Petang                 : Ziarah ke rumah Kepala Lorong(Keplor)/Kepala Lingkungan(Keplin)
2.30 Petang                 : Berkumpul di Balai Dusun 3
                                    - Majlis Penutupan (Ramah Mesra bersama Pimpinan Kg. Neuhun)
3.45 Petang                 : Solat Asar
                                    : Lambaian Ukhwah


Sebelumnya saya selaku insan yang diberi amanah untuk mengupdate blog ini, menyusun jari memohon maaf kepada semua pihak dan individu karena lambat mengmaklumi atucara program kami Kg. Neuhan. Saya berharap program ini berjalan lancar dan penuh bermakna dibenak hati masyarakat Kg. Neuhan...Jilul Quran, Wassalam


Sunday, January 15, 2012

Sedia Informasi Sebelum Bencana

Sedia payung sebelum hujan. Pepatah ini sangat cocok dengan kondisi masyarakat Aceh yang hidup di daerah rentan bencana. Terlebih jika dikaitkan dengan sisi informasi. Kenapa? Karena informasi memegang peranan penting, terutama untuk mengurangi risiko bencana. Kesalahan sistem informasi juga merupakan bencana. Kehilangan informasi menyebabkan terhentinya kegiatan sehari-hari. Bisa diibaratkan: masa lalu tiba-tiba ”hilang” dan peta jalan masa depan tiba-tiba buram; pertanggungjawaban menjadi tak mungkin diberi atau diminta. Bencana tsunami Aceh tujuh tahun lalu, misalnya. Tsunami melenyapkan sebagian besar data administrasi yang signifikan dengan Pemerintah Daerah Aceh, Nias, dan beberapa daerah lain. Sejak itu daerah lainpun mulai memperhitungkan risiko kehilangan data yang dapat melumpuhkan kegiatan operasional Pemda. Tsunami Aceh tak hanya merenggut data, tapi juga surat tanah. Bahkan batas tanah (patok) penduduk sebagian besar lenyap disapu gelombang raksasa itu. 

Dari pengalaman tersebut, kehadiran database memiliki peran sangat penting dalam mengembalikan sistem pemerintahan yang ada. Enam bulan pertama pascatsunami, Pemerintah seperti tersandera pada emergency respons —tanggap darurat. Pemerintah kesulitan mencari data dan informasi yang bisa memberikan petunjuk mengambil keputusan. Misalnya, siapa melakukan apa, di mana dan kapan, jumlah penduduk sebelum bencana, jumlah perempuan dan laki-laki dengan breakdown (penggolongan) umur untuk melihat kebutuhan lansia, anak-anak, serta data-data demografi pendukung lainnya. Jika ditelusuri ke belakang, yang menjadi pemahaman dan pembelajaran bagi kita dalam konteks kekinian, bisa dikatakan agenda membangun kesiapsiagaan memang harus memasukkan revitalisasi (upaya memvitalkan kembali) database termasuk format-format data yang dibutuhkan dalam suasana darurat. 

Pengelolaan database kependudukan dalam situasi darurat tak menunjukkan penerapan siaga bencana. Dalam situasi normal (prabencana) saja, jika tak dikelola secara profesional, database penduduk sejahtera dan tak sejahtera akan amburadul. Dengan kata lain, data miskin yang ternyata kedaluwarsa bisa menimbulkan kontroversi dan memicu perdebatan panjang antarwarga. Bagaimana jika itu terjadi di daerah sedang menghadapi bencana alam? Oleh karena itu, persoalan database menjadi suatu hal yang sangat penting. Sebab persoalan membangun dan menolong dengan menggunakan acuan database adalah salah satu “senjata” penting dalam menghadapi masa-masa darurat akibat bencana.* 

“Pengelolaan database kependudukan dalam situasi darurat tak menunjukkan penerapan siaga bencana. Dalam situasi normal (prabencana) saja, jika tak dikelola secara profesional, database penduduk sejahtera dan tak sejahtera akan amburadul.”  
............................................................................................. 

Kenapa Harus Ada Data? 

Hampir sebagian besar wilayah Indonesia rentan bencana. Karenanya, database memiliki peran sangat urgen dalam mendukung rehabilitasi daerah terkena bencana. Seperti Data dan Informasi Bencana Aceh (DIBA), misalnya. Dari data yang memiliki alamat http://diba.acehprov.go.id itu dapat diketahui intensitas bencana, sebaran, dan potensi bencana di suatu daerah, tren bencana, jumlah korban, dan tingkat kerawanan. Sumber informasi semacam ini dapat dijadikan referensi untuk merencanakan pencegahan, kesiapsiagaan, dan usaha mitigasi yang lebih baik. 

Pada masa tanggap darurat, bantuan difokuskan pada korban, baik meninggal maupun luka-luka. Namun pada masa-masa demikian, sering kali terjadi masalah kesimpangsiuran data: berapa korban meninggal, luka-luka, jumlah pengungsi, laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia, dan lain-lain. Identifikasi korban ini diperlukan pada saat pendistribusian bantuan agar efisien dan tepat sasaran. Setelah masa tanggap darurat berakhir, bantuan diarahkan pada perbaikan infrastruktur dan pemukiman yang rusak. Pada masa ini, diperlukan data yang jelas dalam pengategorian kerusakan: mana bangunan yang hanya rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Sebab hal ini berpengaruh pada alokasi bantuan yang diberikan, bangunan yang hanya cukup direhabilitasi dan direkonstruksi. 

Di sisi lain, data-data seperti data kejadian dan sebaran daerah terkena bencana dapat diolah menjadi informasi intensitas dan potensi bencana. Dari data tersebut dapat ditentukan tingkat kerawanan suatu daerah, yang pada akhirnya mendukung data-data yang diperlukan untuk merancang sebuah sistem peringatan dini. Maka dibutuhkan kebijakan ideal, yaitu kebijakan yang dari sisi teknis didukung argumentasi science yang mendetail dan berimbang serta social science. Mitigasi bencana bergantung pada science khususnya ketika harus menganalisis esensi ancaman-ancaman alam seperti gempa, tsunami, vulkanik, dan lainnya. Salah satunya adalah dengan mementingkan database prabencana sebagai bagian besar dari agenda pengurangan risiko bencana. Artinya, bersama-sama menyiapkan payung sebelum hujan.* 

“Salah satunya adalah dengan mementingkan database prabencana sebagai bagian besar dari agenda pengurangan risiko bencana. Artinya, bersama-sama menyiapkan payung sebelum hujan.”
....................................................

Belajar dari Bencana di 2011

Dalam kategori bencana yang masih potensial di tahun 2011, terselubung ubahan maya yang tersulut oleh perilaku manusia, baik disengaja maupun tidak, karena ketidakpahaman terhadap lingkungan. Kadang, kaidah-kaidah etika lingkungan sering “diperdaya” tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga oleh kita sendiri sebagai anggota masyarakat. Serangkaian bencana alam terjadi di Aceh sepanjang 2011. 

Berdasarkan data-data yang dikumpulkan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah dari Badan Penanggulamgan Bencana Aceh (BPBA), Harian Serambi Indonesia, dan DIBA (Data dan Informasi Bencana Aceh), setidaknya terjadi 91 kali bencana alam sepanjang Januari sampai Desember 2011. Jumlahnya memang relatif menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2010 misalnya, terjadi 92 bencana, dan 110 kejadian bencana pada 2009. Semua pendataan bencana itu telah diverifikasi dan memenuhi kriteria bencana, yaitu adanya korban jiwa dan/atau kerusakan akibat bencana tersebut. 
 
Jika ditinjau dari jenisnya, bencana hidrologis seperti banjir, tanah longsor, erosi, gelombang pasang, dan abrasi, serta bencana meteorologis lainnya (angin kencang/badai) merupakan bencana yang dominan terjadi sepanjang tahun tersebut. Setidaknya tercatat 48 kali bencana hidrologis (52,72%) serta 37 bencana meteorologis (40,66%). Sedangkan bencana klimatologis dan geologis cenderung kecil, yaitu masing-masing 5 kejadian (5,49%) dan 1 kejadian (1,1%). 

Namun demikian, dampak dari bencana geologis jauh lebih tinggi dibandingkan bencana lainnya, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur. Data-data tersebut juga menunjukkan bahwa angin kencang dan puting beliung merupakan bencana paling sering terjadi, yaitu 37 kejadian (40,66%) dari total 91 kejadian. Urutan selanjutnya adalah banjir dengan 25 kejadian (27,47 %), erosi 8 kejadian (8,79 %), tanah longsor 7 kejadian (7,69 %), kebakaran hutan dan abrasi masing-masing 5 kejadian (5,5 %), gelombang pasang 3 kejadian (3,3 %), dan gempa hanya 1 kejadian (1,1 %). 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bencana-bencana tersebut tak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan fisik yang menyebabkan kerugian materi tidak sedikit. Menurut catatan, terdapat total 18 orang meninggal, 14 orang luka-luka, dan 2 orang lainnya hilang akibat bencana-bencana tersebut. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan korban jiwa pada tahun-tahun sebelumnya, di mana pada 2010 terdapat 11 orang meninggal dan 39 lainnya luka-luka serta pada tahun 2009 terdapat 5 orang meninggal serta 21 lainnya luka-luka. Selain korban jiwa, jumlah kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur pada tahun ini juga meningkat yaitu sejumlah 4.560 unit. Jumlah ini lebih tinggi 41,18% dibanding tahun 2010, yaitu sebanyak 3.230 unit, serta 200% lebih tinggi dari tahun 2009 yaitu sebanyak 1.320 unit. Tahun 2011 juga kembali membuktikan, bahwa banyak bencana tak selalu berakibat pada besarnya dampak ditimbulkan.

Sama halnya dengan tahun 2010, walaupun jumlah total kejadian bencana lebih sedikit dari tahun sebelumnya, namun dampak yang ditimbulkan justru lebih tinggi, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur. Ada dua bencana skala besar yang bertanggungjawab terhadap banyaknya korban jiwa dan kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur, yaitu banjir bandang pada Maret di Tangse, Pidie, serta gempa pada September yang mengguncang Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan. Untuk intensitas kejadian bencana tertinggi, Aceh Utara menempati urutan pertama dengan jumlah 11 bencana, disusul Aceh Selatan dengan 9 bencana, Pidie dan Aceh Singkil masing-masing 8 bencana, serta Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya dan Bireuen dengan masing-masing mengalami 6 bencana (Gambar 3). 

Walaupun intensitas kejadian bencana tertinggi berada di Aceh Utara, akan tetapi jumlah kerugian akibat kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur yang timbul justru dialami Subulussalam. Kerugian ini merupakan akibat dari gempa berkekuatan 6,7 SR yang mengguncang kabupaten tersebut dan daerah sekitarnya pada 6 September 2011. Gempa itu menyebabkan kerusakan bangunan sebesar 84,55% dari jumlah total kerusakan bangunan tahun 2011. Total kerusakan di Subulussalam sendiri 2.934 bangunan, atau 64,34% dari keseluruhan kerusakan bangunan tahun 2011. Disusul kemudian Aceh Singkil dengan total kerusakan sebanyak 583 unit akibat gempa yang sama, serta Pidie sebanyak 450 unit akibat terjangan banjir bandang. 

Dari sisi korban jiwa, 61% dari total korban meninggal akibat bencana tahun 2011 disebabkan banjir bandang di Pidie. Banjir itu membuat Pidie sebagai daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yaitu 12 orang meninggal, 1 hilang, dan 65.490 jiwa mengungsi. Untuk tahun 2011, tak ada laporan korban jiwa akibat bencana di Sabang, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Simeulue dan Langsa. Demikian pula laporan kerusakan bangunan di Nagan Raya. Sedangkan di Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan sepanjang tahun lalu. Dari alur logika “bencana” melalui data dan tinjauan akhir tahun 2011, secara tematik tergolong runut ke semua jenis bencana yang ada di Aceh. Diawali dengan gemuruhnya bencana alam riil dan upaya penanggulangannya serta penyelamatan masyarakat penderita.

Namun, kita tak boleh lengah dan lupa dengan bencana potensial yang masih tersimpan di belakang kabut ketidak-acuhan kita pada kehidupan konstitusional, hukum, dan ekonomi masyarakat. Tentu saja, hal itu akan berpotensi menjadi jeram-jeram bencana jika kita lengah. Di samping itu, bisa menyeret kita ke masa-masa sulit jika tidak diwaspadai sedini mungkin. Sederhananya, berbicara masalah bencana yang melanda sisi kemanusiaan di bumi, hanya sekejap netra dibandingkan dengan umur bumi semenjak kelahirannya 4,5 miliar tahun lalu. Namun, selalu dirundung perubahan besar, kecil, sedang, transformatif, sekaligus penunjang perbaikan kehidupan manusia. Ada bencana yang menetaskan sumber alami yang dapat menjadi kenikmatan bagi sebagian manusia. Tetapi proses penyaringannya dan pengubahannya berlangsung dalam sumbu waktu jutaan dan miliaran tahun. Manusia hanya hidup sesaat. Tentu saja harus berusaha belajar keras melihat gejala sesat yang mengancamnya. Mari kita belajar, meski melalui tinjauan bencana tahunan. Atau sampai kapan kita akan abai?

Doa dan tawakkal harus ada di setiap waktu, bersedia dengan ujian yang mendatang moga-moga ada hikmahnya, insyaallah kita akan dirahmati selalu. sama-samalah kita berdoa moga bencana seperti yang lalu tidak berlaku lagi dan kita doakan moga sahabat kita yang berada diaceh dan juga seluruh negara dijaga dari segala bencana dan keburukan.

amin ya rabbal alamin...







Saturday, January 14, 2012

PUNK: Kasus Medan dan Aceh

PUNK merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
-------------------------------------

MEDAN-Salah seorang warga kompleks perumahan Citra Wisata, Henry, 48, di Medan, Kamis (12/1) mengatakan ia pernah emosi melihat tingkah laku anak punk yang mulai nekat dan juga mengancam warga, jika tidak mau memberikan uang kepada mereka. Pengalaman pahit ini dialaminya, Rabu (11/1) sekitar pukul 22.00 WIB, saat dirinya berhenti di daerah titi kuning Jalan AH Nasution Medan, didatangi dua anak punk membawa gitar kecil.

Kemudian, anak punk itu membawakan satu buah nyanyian dan berdiri di tengah jalan protokol tersebut.Setelah lampu hijau nyala, maka kendaraan yang dikemudikannya bergerak melaju tujuan ke kompleks perumahan Kecamatan Medan Johor. Namun, secara tiba-tiba dan entah kenapa, anak punk tersebut mengejar mobilnya dan melontarkan kata-kata kotor, karena tidak diberikan uang.
“Saya sangat terkejut diperlakukan secara kasar oleh anak jalanan itu.Apa karena saya tidak memberi uang pada mereka, lantas dimaki-maki dan dipermalukan di muka umum,” kata Henry.
Selanjutnya dijelaskan, tidak ada kewajibannya untuk memberikan uang terhadap anak punk yang “bergerombol” di sekitar pinggiran jalan di kota Medan.Hal ini adalah merupakan tanggung jawab Dinas Sosial Kota Medan yang memberikan pembinaan dan bantuan kepada orang-orang yang tidak mampu atau yang tergolong fakir miskin, serta anak terlantar. “Jadi, masyarakat tidak ada keharusan untuk membantu anggota punk.Kalau pun ada, itu karena merasa kasihan, mungkin mereka belum makan, karena seharian berjemur di terik panas matahari,” ujarnya. Oleh karena itu, ia meminta kepada Pemerintah Kota Medan dan aparat Polresta dapat secepatnya untuk menertibkan kegiatan anak pun dan para pengemis jalanan yang terus semakin menjamur di Kota Medan berpenduduk 2,7 juta jiwa itu. “Kegiatan yang merusak pemandangan mata dan keindahan kota Medan,jangan terus dibiarkan, harus secepatnya ditertibkan, sehingga masyarakat dan pengendara mobil dapat lebih aman dan tidak ada yang mengganggu lagi,” ucap Henry.
 
Sementara itu, salah seorang warga Medan, Surya (50) mengaku, bahwa kumpulan anak punk yang berambut jingkrak diberi cat warna-warni, memiliki tato di bagian tangan dan kaki, mau berbuat nekad dengan cara berdiri di tengah Jalan Halat Medan, tanpa memikirkan keselamatan diri mereka. Anak punk itu mengejar pengemudi mobil yang berada di tengah jalan, tanpa menghiraukan lalu lintas yang padat, begitu juga kendaraan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Yang penting bagi mereka adalah bisa mendapatkan uang dari pengendara mobil, penumpang angkot dan becak bermotor.Anak punk itu, juga tidak segan-segan mengancam dan menggores mobil, jika tidak diberi uang,” katanya. Ketika ditanya dari mana asal anak punk itu, Surya mengatakan, mereka dari Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kisaran dan Pematang Siantar. Jadi, kelompok anak punk itu, tidak ada warga Medan. Banyak yang dari luar daerah, terdiri dari remaja putra dan dan putri, masih tergolong muda.Mereka juga tidurnya di pinggiran jalan atau di depan warung di Jalan Halat Medan. 

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka. Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.
-----------------------------------------------------

ACEH- Sebanyak 65 orang anggota komunitas Punk di Banda Aceh yang ditangkap usai menggelar konser musik akhir pekan lalu, mendapatkan bimbingan di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Aceh Besar. Ada yang mengaku sedih dan ada yang ingin berubah menjadi lebih baik saat mengikuti bimbingan yang digelar sejak Selasa 13 Desember 2011. Mengenakan pakaian polisi, selama 10 hari mereka dilatih baris berbaris. Mereka juga mendapatkan bimbingan mental dan dilatih kedisiplinan. Saat pertama masuk kamp pelatihan, rambut mereka telah dicukur dan mereka diwajibkan mandi teratur.

M Fauzi, salah seorang pelatih dari SPN Seulawah mengatakan, selama di tempat latihan polisi itu, mereka dididik kedisiplinan dan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Mereka juga mendapat pelajaran dan pendalaman aqidah dengan mendatangkan ustadz dan pendeta dari luar sekolah polisi itu. ilmu agama harus diterapkan sebagai satu inisiatif kepada kita untuk menyelesaikan masalah ini dengan lebih mudah. mereka harus dibimbing dan diperhatikan karena merekalah yang akan menerajui negara, memastikan generasi-generasi lebih inovatif. permasalahan ini bukan permasalahan biasa malah ini merupakan tanggungjawab bersama dan masyarakat memainkan peranan yang penting dalam memberikan informasi yang tepat bukan menghukum tapi memberikan pelajaran dan pendidikan agar mereka mengenali kehidupan dan budaya yang lebih sihat.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...